IMPES Method
Referensi posisi di slide asli
Halaman 1 dari 8
IMPES Method: Finite Difference Equations
Halaman ini menampilkan bentuk akhir persamaan mass balance untuk ketiga fase, oil, water, dan gas, dalam format finite difference yang siap dihitung. Perhatikan polanya sama persis untuk ketiganya:
Δ(aonΔpn+1)=Δt1[(BoVpSo)n+1−(BoVpSo)n]
dan bentuk yang sama untuk fase water (Sw, Bw) dan gas (Sg, Bg). Ruas kiri adalah jumlah aliran dari blok-blok tetangga (koefisien a dikalikan tekanan pada waktu baru n+1), ruas kanan adalah laju perubahan volume fluida tersimpan.
Kotak di bagian atas mendefinisikan koefisien transmissibility-mobility gabungan untuk arah timur (East, disimbolkan E):
aoE=(BμKr)oE(Δx0.00633khΔy)E
Ini persis konsep transmissibility (T=kA/L) dan mobility (kr/μB) dari Modul 5, dikalikan menjadi satu koefisien a, dievaluasi di batas antar blok arah timur. Modul ini kemudian menjelaskan bagaimana persamaan tiga fase ini digabung menjadi satu persamaan tekanan tunggal.
Halaman 2 dari 8
IMPES Steps...
Halaman ini merangkum urutan kerja metode IMPES menjadi tiga langkah:
- Calculate coefficients of the pressure equation — menghitung koefisien persamaan tekanan.
- Calculate solution of the pressure equation implicitly (matrix equation) for pn+1 — persamaan tekanan diselesaikan secara implicit lewat sistem matriks.
- Calculate solution of the saturation equations explicitly for Son+1, Swn+1, dan Sgn+1 — setelah tekanan baru diketahui, saturasi dihitung langsung tanpa perlu menyelesaikan matriks lagi.
Nama “IMPES” (Implicit Pressure, Explicit Saturation) persis menggambarkan urutan ini: langkah 1 dan 2 adalah bagian implicit (tekanan), langkah 3 adalah bagian explicit (saturasi). Halaman-halaman berikutnya menelusuri bagaimana langkah 1 (menyusun koefisien persamaan tekanan) benar-benar dikerjakan, dimulai dari masalah jumlah unknown yang dibahas di halaman berikutnya.
Halaman 3 dari 8
IMPES Method: Empat Unknown per Blok
Halaman ini menyatakan masalah inti yang harus diselesaikan metode IMPES: setiap grid block memiliki 4 unknown, yaitu pn+1, Son+1, Swn+1, dan Sgn+1.
Untuk menemukan keempat unknown ini, satu persamaan tambahan dibutuhkan per blok:
Son+1+Swn+1+Sgn+1=1
Persamaan ini memastikan volume fluida selalu pas mengisi pore volume yang tersedia, tidak ada ruang kosong yang tersisa atau volume yang berlebih. Bersama tiga persamaan mass balance (satu per fase, dari halaman pertama), syarat penutup inilah yang membuat sistem empat-persamaan-empat-unknown ini dapat diselesaikan.
Halaman 4 dari 8
IMPES Method: Menyusun Ulang untuk Saturasi Explicit
Halaman ini menyusun ulang ketiga persamaan mass balance dari halaman pertama, kali ini diselesaikan untuk saturasi di ruas kiri, bentuk yang nanti digunakan persis di langkah 3 (explicit):
Son+1=Vpn+1Bon+1[(BoVpSo)n+Δt⋅Δ(aonΔpn+1)]
dan bentuk yang sama untuk Swn+1 dan Sgn+1.
Perhatikan bentuk ini: begitu pn+1 sudah diketahui (dari langkah 2, diselesaikan implicit), ruas kanan persamaan ini semuanya sudah berupa nilai yang diketahui, sehingga Son+1, Swn+1, Sgn+1 dapat dihitung langsung, blok demi blok, tanpa perlu menyelesaikan sistem matriks lagi. Inilah wujud konkret dari kata “explicit” pada IMPES.
Halaman 5 dari 8
IMPES Method: Menjumlahkan Persamaan Saturasi
Ini adalah langkah kunci untuk menyusun persamaan tekanan tunggal (langkah 1 dari halaman kedua): ketiga persamaan saturasi dari halaman sebelumnya dijumlahkan sekaligus, masing-masing dikalikan Bmn+1-nya:
∑m=o,w,gBmn+1Δ(amnΔpn+1)=Δt1[Vpn+1−∑m=o,w,gBmn+1(BmVpSm)n]
Karena setiap suku Bm⋅Smn+1 pada dasarnya berasal dari persamaan yang sudah dikalikan Bmn+1/Vpn+1, penjumlahan ini secara otomatis memanfaatkan syarat Son+1+Swn+1+Sgn+1=1 dari halaman sebelumnya: saturasi tidak lagi tampil explicit di ruas kanan, hanya Vpn+1 saja yang tersisa. Masalahnya, Vpn+1 dan Bmn+1 masih berupa nilai pada waktu baru yang belum diketahui, dan ini yang diatasi di dua halaman berikutnya.
Halaman 6 dari 8
IMPES Method: Aproksimasi Vp pada Waktu Baru
Halaman ini mengatasi masalah Vpn+1 yang belum diketahui dari halaman sebelumnya, menggunakan identitas dasar kalkulus:
Vpn+1=Vpn+ΔpΔVp(pin+1−pin)
dengan chord slope (kemiringan rata-rata antara dua titik):
ΔpΔVp=pin+1−pinVpn+1−Vpn
Idenya: alih-alih menghitung Vpn+1 secara eksak (yang butuh tahu pn+1 lebih dulu, sebuah lingkaran), pendekatan ini mengaproksimasi perubahan Vp sebagai fungsi linear dari selisih tekanan pin+1−pin. Halaman berikutnya menyelesaikan aproksimasi ini menjadi bentuk yang benar-benar dapat dihitung.
Halaman 7 dari 8
IMPES Method: Compressibility Batuan dan Fluida
Melanjutkan aproksimasi di halaman sebelumnya, chord slope ΔVp/Δp dituliskan ulang menggunakan compressibility batuan cf:
Vpn+1=Vpn[1+cf(pin+1−pin)]dengancf≡ϕ1ΔpΔϕ=Vpn1ΔpΔVp
Dengan cara yang sama (“likewise”), formation volume factor tiap fase Bmn+1 juga didekati menggunakan compressibility fluida cm:
Bmn+1=Bmn[1−cm(pin+1−pin)](m=o,w,g)
Perhatikan tanda minus pada suku cm: apabila tekanan naik, slightly compressible fluid sehingga Bm (volume reservoir dibanding volume standar) mengecil, konsisten dengan sifat fisik compressibility. Dengan kedua aproksimasi ini, semua suku pada waktu baru sudah dapat dinyatakan sebagai fungsi dari pn+1 dan pn, siap untuk bentuk akhir di halaman berikutnya.
Halaman 8 dari 8
IMPES Method: Persamaan Tekanan Final
Dengan kedua aproksimasi compressibility dari halaman sebelumnya disubstitusikan, persamaan gabungan akhirnya menjadi persamaan tekanan tunggal yang siap diselesaikan:
Δ(atnΔpn+1)=ΔtVpnct(pin+1−pin)
di mana:
Δat=∑m=o,w,gBmn+1Δamct=cf+∑m=o,w,gcmSmn
ct adalah compressibility total sistem: penjumlahan compressibility batuan (cf) dengan compressibility tiap fase fluida (cm), dibobot saturasi fase itu (Smn). Persamaan ini, satu per grid block, saling terkait lewat koefisien at antar blok tetangga, disusun menjadi sistem matriks dan diselesaikan implicit untuk mendapatkan medan tekanan pn+1 di seluruh reservoir, tepat seperti langkah 2 yang dijelaskan di halaman kedua modul ini.