Reservoir Simulation
Representasi kinerja reservoir minyak/gas menggunakan sebuah model, bukan pengujian langsung di lapangan.
Definisi
Reservoir simulation adalah proses memprediksi perilaku reservoir minyak dan gas (bagaimana tekanan, saturasi, dan laju produksi berubah dari waktu ke waktu) menggunakan sebuah model, alih-alih menguji langsung di lapangan.
Pembahasan
Menguji skenario produksi secara langsung di lapangan (misalnya mencoba beberapa pola injeksi air untuk melihat mana yang paling optimal) secara fisik mungkin dilakukan, tetapi mahal, lambat (perubahan di reservoir dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk terlihat), dan berisiko tinggi karena keputusan yang salah sulit dibatalkan. Reservoir simulation menjadi alternatif: insinyur membangun representasi matematis dari reservoir (mencakup geometri, sifat batuan, sifat fluida, dan mekanisme aliran), lalu menjalankan berbagai skenario di dalam komputer dalam hitungan jam atau hari, bukan bertahun-tahun.
Model yang digunakan dapat berbentuk analog model (meniru dengan sistem fisik lain), physical model (replika skala kecil di laboratorium), atau yang paling umum di praktik modern, mathematical model yang diselesaikan secara numerical model lewat program komputer. Proses simulasi biasanya melalui dua tahap utama: history matching (menyesuaikan parameter model agar hasilnya cocok dengan data produksi historis) dan prediksi (menggunakan model yang sudah tervalidasi itu untuk meramalkan performa ke depan di bawah skenario operasi tertentu).
Signifikansi
Reservoir simulation memungkinkan perusahaan migas menguji berbagai skenario pengembangan lapangan (lokasi sumur baru, laju produksi, skema injeksi) sebelum benar-benar menginvestasikan dana besar untuk membangunnya, sekaligus membantu menilai dan meminimalkan risiko akibat ketidakpastian pada sifat batuan dan fluida yang tidak pernah dapat diukur secara sempurna di lapangan nyata.