Glosarium Teknis
Sebanyak 293 istilah teknis disajikan dengan definisi, pembahasan, signifikansi, dan relasi konseptual untuk mendukung pemahaman materi reservoir simulation.
Reservoir Simulation Fundamentals
Analog Model
Model yang meniru perilaku reservoir menggunakan sistem fisik lain yang memiliki persamaan matematis serupa.
Aquifer Influx Model
Model matematis (analitis maupun numerik) yang merepresentasikan pasokan air dari aquifer di luar batas reservoir yang dimodelkan secara eksplisit dalam simulasi.
Artificial Lift
Kelompok metode mekanis untuk membantu mengangkat fluida ke permukaan ketika energi alami reservoir tidak lagi cukup mendorong fluida naik sendiri melalui tubing sumur.
Assisted History Matching (AHM)
Pendekatan history matching yang menggunakan algoritma optimasi otomatis (bukan trial-and-error manual) untuk mencari kombinasi parameter model yang paling cocok dengan data historis.
Base Case Simulation
Skenario simulasi acuan yang merepresentasikan rencana pengembangan paling mungkin atau paling disepakati, menjadi pembanding bagi seluruh skenario sensitivitas lainnya.
Combination Drive Mechanism
Kondisi ketika lebih dari satu mekanisme drive alami (solution gas, gas cap, water drive) bekerja secara bersamaan dan signifikan di dalam satu reservoir.
Decline Curve Analysis (DCA)
Metode ekstrapolasi tren penurunan laju produksi historis suatu sumur untuk memprediksi produksi masa depan dan ultimate recovery, tanpa memerlukan model reservoir rinci.
Deterministic Model
Model reservoir yang menggunakan satu set nilai parameter tunggal (bukan distribusi probabilistik) untuk setiap perhitungan, menghasilkan satu hasil pasti per simulasi.
Drive Mechanism
Sumber energi alami yang mendorong minyak dan gas mengalir menuju sumur selama primary recovery, seperti ekspansi gas terlarut, gas cap, air aquifer, atau kompaksi batuan.
Dynamic Model
Model reservoir yang menghitung perubahan tekanan dan saturasi fluida seiring waktu akibat produksi dan injeksi, dibangun dari static model yang telah di-upscale.
Fluid Contact Equilibration
Asumsi kesetimbangan gravitasi-kapiler yang menentukan posisi kontak antar fluida (gas-oil contact, oil-water contact) dan distribusi saturasi vertikal saat reservoir initialization.
Gas Cap Drive
Mekanisme drive yang bersumber dari ekspansi gas bebas pada gas cap di puncak struktur reservoir, mendorong minyak turun ke bawah menuju sumur produksi.
Geostatistical Model
Model statik yang menginterpolasi sifat batuan antar sumur secara probabilistik menggunakan metode geostatistika, menghasilkan representasi heterogenitas reservoir yang realistis.
Grid Block (Grid Cell)
Unit volume diskret terkecil pada model reservoir; setiap blok menyimpan satu set nilai properti batuan, fluida, tekanan, dan saturasi yang dihitung simulator.
History Matching
Proses menyesuaikan parameter model sampai hasil simulasi cocok dengan data produksi historis yang sudah terjadi di lapangan.
Hydraulic Fracturing
Teknik stimulasi sumur yang memompakan fluida bertekanan tinggi untuk merekahkan formasi, menciptakan jalur aliran konduktivitas tinggi yang memperluas kontak sumur dengan reservoir.
Material Balance Equation (Reservoir)
Persamaan neraca volumetrik klasik yang menghubungkan penurunan tekanan reservoir dengan kumulatif produksi fluida, dasar analisis reservoir engineering tanpa simulasi grid.
Material Balance Method
Pendekatan analisis reservoir yang mengandalkan material balance equation dan data produksi/tekanan historis, salah satu dari tiga metode utama estimasi cadangan bersama volumetrik dan simulasi.
Mathematical Model
Representasi reservoir dalam bentuk persamaan matematika.
Matrix Acidizing
Teknik stimulasi sumur yang menginjeksikan asam pada tekanan di bawah tekanan rekah formasi untuk melarutkan material penyumbat pori di sekitar sumur, mengurangi skin factor.
Numerical Model
Pendekatan penyelesaian mathematical model secara numerik (pendekatan angka), biasanya karena persamaan aslinya terlalu rumit untuk diselesaikan secara analitik.
P10/P50/P90 Reserves Estimate
Notasi probabilistik yang menyatakan volume cadangan pada tingkat keyakinan tertentu, di mana P90 adalah estimasi konservatif dan P10 adalah estimasi optimistis.
Physical Model
Replika fisik reservoir dalam skala kecil di laboratorium.
Predictive Simulation (Forecast)
Tahap simulasi setelah history matching, digunakan untuk memproyeksikan performa produksi masa depan di bawah berbagai skenario pengembangan yang belum pernah terjadi.
Production Logging
Pengukuran profil aliran di dalam lubang sumur menggunakan alat sensor yang diturunkan ke dalam sumur, mengidentifikasi kontribusi produksi tiap lapisan pada sumur multilayer.
Reserves Classification (Proved/Probable/Possible)
Sistem klasifikasi cadangan hidrokarbon berdasarkan tingkat kepastian geologis dan keekonomiannya, dikenal sebagai kategori proved (1P), probable (2P), dan possible (3P).
Reservoir Characterization
Proses menyeluruh mengintegrasikan data seismik, log sumur, dan core untuk membangun pemahaman komprehensif mengenai struktur, sifat batuan, dan fluida suatu reservoir.
Reservoir Initialization
Proses menentukan kondisi awal tekanan dan saturasi fluida di setiap grid block sebelum simulasi produksi dimulai, biasanya mengasumsikan kesetimbangan gravitasi-kapiler.
Reservoir Management
Proses pengambilan keputusan berkelanjutan sepanjang umur lapangan untuk memaksimalkan nilai ekonomi reservoir, mengintegrasikan data geologi, teknik, dan ekonomi secara terus-menerus.
Reservoir Simulation
Representasi kinerja reservoir minyak/gas menggunakan sebuah model, bukan pengujian langsung di lapangan.
Sensitivity Analysis
Proses sistematis mengubah satu atau beberapa parameter input model untuk memahami seberapa besar pengaruhnya terhadap output simulasi, mengidentifikasi parameter paling berpengaruh.
Simulation Study Workflow
Rangkaian tahapan standar dalam suatu studi reservoir simulation: reservoir characterization, pembangunan static model, upscaling, initialization, history matching, hingga predictive simulation.
Solution Gas Drive
Mekanisme drive yang bersumber dari ekspansi gas yang keluar dari larutan minyak ketika tekanan reservoir turun di bawah bubble point, mendorong minyak menuju sumur.
Static Model
Model geologi tiga dimensi yang merepresentasikan sifat batuan reservoir (struktur, porosity, permeability) tanpa memperhitungkan aliran fluida atau perubahan waktu.
Stochastic Model
Model reservoir yang secara sengaja menghasilkan banyak realisasi berbeda dari sifat batuan yang tidak pasti, untuk mengukur rentang kemungkinan hasil secara probabilistik.
Ultimate Recovery (EUR)
Estimasi total volume hidrokarbon yang akan berhasil diproduksi sepanjang umur ekonomis suatu sumur atau reservoir, mencakup produksi historis dan proyeksi masa depan.
Uncertainty Quantification
Proses mengukur dan menyatakan rentang kemungkinan hasil simulasi secara probabilistik, mencerminkan ketidakpastian data input model reservoir yang tidak pernah sempurna.
Volumetric Method
Pendekatan estimasi cadangan hidrokarpon berbasis data statik (luas area, ketebalan, porosity, saturasi) tanpa memerlukan data produksi historis, salah satu dari tiga metode utama.
Water Drive
Mekanisme drive yang bersumber dari ekspansi air pada aquifer yang berbatasan dengan reservoir, mendorong dan menggantikan volume minyak/gas yang diproduksi.
Water Shut-Off
Tindakan workover yang mengisolasi atau menutup lapisan/zona penghasil air berlebih pada suatu sumur, memperbaiki water cut tanpa harus mematikan seluruh sumur.
Workover
Intervensi perbaikan atau modifikasi sumur yang sudah ada untuk memulihkan atau meningkatkan produktivitasnya, seperti stimulasi, perbaikan komplesi, atau penggantian peralatan bawah permukaan.
Mathematics & Numerics
Accumulation Term
Suku dalam persamaan konservasi massa yang menyatakan laju perubahan jumlah fluida tersimpan di dalam sebuah grid block.
Backward Difference
Cara mendekati turunan suatu fungsi menggunakan selisih nilai fungsi di titik yang bersangkutan dengan titik di belakangnya.
Boundary Condition
Aturan yang menentukan nilai variabel atau fluks pada batas domain agar persamaan aliran memiliki solusi yang unik dan sesuai kondisi fisik.
Central Difference
Cara mendekati turunan (khususnya turunan kedua) suatu fungsi menggunakan selisih nilai fungsi di kedua titik tetangga sekaligus.
CFL Condition (Courant-Friedrichs-Lewy)
Syarat stabilitas yang membatasi langkah waktu maksimum suatu skema eksplisit agar informasi tidak 'melompati' lebih dari satu grid block dalam satu langkah waktu.
Chain Rule
Cara menurunkan fungsi yang bergantung pada variabel lain yang juga berubah, digunakan berulang kali karena tekanan bergantung pada posisi/waktu, dan densitas/porositas bergantung pada tekanan.
Compressibility
Ukuran seberapa besar volume fluida atau batuan berubah akibat perubahan tekanan.
Conjugate Gradient Method
Algoritma iterative solver efisien untuk sistem persamaan linear simetris dan definit positif, banyak digunakan untuk bagian tekanan pada solver reservoir simulation modern.
Consistency (Numerical Scheme)
Sifat skema numerik yang truncation error-nya menuju nol seiring ukuran grid dan langkah waktu diperkecil, syarat pertama dari dua syarat konvergensi menurut teorema Lax.
Continuity Equation
Pernyataan matematis dari hukum kekekalan massa: massa fluida yang masuk-keluar suatu elemen volume harus sama dengan perubahan massa yang tersimpan di dalamnya.
Crank-Nicolson
Skema finite difference yang mengevaluasi suku aliran sebagai rata-rata antara waktu lama dan waktu baru, memberi akurasi dan kestabilan yang lebih baik dibanding skema explicit/implicit murni.
Darcy's Law
Hubungan empiris (ditemukan Henry Darcy tahun 1856) yang menyatakan laju alir fluida dalam media berpori sebanding dengan gradien tekanan dan berbanding terbalik dengan viskositas fluida.
Del Operator (∇)
Operator matematika yang, jika dikenakan pada besaran skalar seperti tekanan, menghasilkan gradien: vector yang menunjukkan arah dan besar perubahan tercepat dari besaran itu.
Diagonal Dominance
Sifat matriks di mana elemen diagonal utama lebih besar dari jumlah elemen lain pada barisnya, menjamin konvergensi metode iteratif klasik seperti Gauss-Seidel.
Diffusivity Equation
Partial differential equation hasil gabungan kontinuitas, Darcy, dan compressibility, yang menggambarkan penyebaran tekanan di reservoir terhadap ruang dan waktu.
Direct Solver
Metode penyelesaian sistem persamaan linear yang menghasilkan solusi eksak dalam jumlah langkah terhingga (misalnya eliminasi Gauss), akurat namun mahal untuk sistem sangat besar.
Dirichlet Boundary Condition
Jenis syarat batas yang menetapkan nilai variabel (misalnya tekanan) secara langsung pada batas domain, seperti pada reservoir yang berbatasan dengan aquifer bertekanan konstan.
Discretization
Proses mengubah persamaan diferensial parsial kontinu menjadi sistem persamaan aljabar diskret yang dapat diselesaikan komputer, baik dalam ruang (grid) maupun waktu (langkah waktu).
Divergence
Operator yang dikenakan pada sebuah vector dan menghasilkan besaran skalar; secara fisis menggambarkan seberapa besar penyebaran keluar aliran pada suatu titik.
Duhamel's Principle
Prinsip yang menyatakan bahwa respons terhadap laju alir yang berubah-ubah dapat dibangun dari superposition respons terhadap laju alir konstan, berlaku ketat untuk slightly compressible fluid.
Eigenvalue and Eigenvector
Nilai dan vektor karakteristik suatu matriks yang tidak berubah arah ketika dikalikan matriks tersebut, hanya terskala oleh eigenvalue-nya, mendasari analisis stabilitas dan spectral radius.
Explicit Method
Skema numerik yang menghitung nilai variabel pada langkah waktu baru hanya menggunakan nilai-nilai yang sudah diketahui dari langkah waktu sebelumnya, mudah dihitung namun terbatas stabilitasnya.
Finite Difference
Numerical scheme yang mendekati turunan suatu fungsi menggunakan selisih nilai fungsi di titik-titik grid yang berdekatan, dasar dari kebanyakan simulator reservoir.
Finite Volume Method
Pendekatan diskretisasi yang menyelesaikan persamaan neraca massa dalam bentuk integral pada setiap grid block, secara alami menjamin konservasi massa lokal maupun global.
Fluid-Flow Equation
Persamaan yang menggambarkan perubahan dan perpindahan fluida dalam media berpori, dibangun dari konservasi massa, hukum Darcy, dan sifat PVT.
Forward Difference
Cara mendekati turunan suatu fungsi menggunakan selisih nilai fungsi di titik yang bersangkutan dengan titik di depannya.
Gauss-Seidel
Metode iteratif untuk menyelesaikan sistem persamaan linear, di mana nilai yang baru saja dihitung langsung digunakan untuk menghitung nilai berikutnya dalam iterasi yang sama.
GMRES (Generalized Minimal Residual)
Algoritma iterative solver untuk sistem persamaan linear non-simetris, populer digunakan pada persamaan reservoir simulation fully implicit yang matriksnya umumnya tidak simetris.
Green's Function
Fungsi bantu yang menyatakan respons sistem terhadap sumber/impuls titik tunggal; digunakan untuk membangun solusi umum persamaan aliran fluida lewat superposition sumber-sumber tersebut.
Implicit Method
Skema numerik yang menghitung nilai variabel pada langkah waktu baru menggunakan nilai-nilai dari langkah waktu yang sama, membutuhkan penyelesaian sistem persamaan simultan namun jauh lebih stabil.
Initial Condition
Nilai variabel (tekanan, saturasi) di seluruh domain pada waktu awal (t=0) yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial yang bergantung waktu.
Iterative Solver
Metode penyelesaian sistem persamaan linear yang mendekati solusi secara bertahap lewat iterasi berulang, jauh lebih hemat memori dibanding direct solver untuk sistem sangat besar.
Jacobian Matrix
Matriks turunan parsial dari sistem persamaan non-linear terhadap seluruh variabel yang diselesaikan, komponen inti dalam setiap iterasi Newton method.
Linear System of Equations
Kumpulan persamaan aljabar linear yang harus diselesaikan secara simultan, bentuk akhir setelah persamaan aliran reservoir didiskretisasi dan dilinearisasi setiap langkah waktu.
LU Decomposition
Metode direct solver yang menguraikan matriks sistem persamaan menjadi hasil kali matriks segitiga bawah (L) dan segitiga atas (U), memudahkan penyelesaian berulang untuk sisi kanan berbeda.
Matrix Condition Number
Ukuran seberapa sensitif solusi sistem persamaan linear terhadap gangguan kecil pada data input, condition number tinggi mengindikasikan sistem yang sulit diselesaikan secara numerik.
Matrix Norm
Ukuran skalar 'besar' suatu matriks yang menggeneralisasi konsep panjang vektor, digunakan untuk mengukur error dan menentukan kriteria konvergensi metode numerik.
Neumann Boundary Condition
Jenis syarat batas yang menetapkan nilai turunan (fluks) suatu variabel pada batas domain, seperti batas reservoir tertutup tanpa aliran (no-flow boundary).
Numerical Convergence
Sifat solusi numerik yang mendekati solusi eksak (analitis) seiring ukuran grid dan langkah waktu diperkecil menuju nol, syarat penting validitas suatu skema numerik.
Numerical Residual
Selisih antara ruas kiri dan kanan suatu persamaan setelah nilai solusi perkiraan disubstitusikan, digunakan sebagai kriteria berhenti (convergence check) pada iterative solver.
Numerical Stability
Sifat skema numerik yang memastikan kesalahan kecil (round-off atau truncation error) tidak tumbuh tak terkendali seiring iterasi langkah waktu berlanjut.
Ordinary Differential Equation (ODE)
Persamaan diferensial yang melibatkan turunan terhadap satu variabel bebas saja, berbeda dari PDE yang melibatkan turunan terhadap lebih dari satu variabel (misalnya ruang dan waktu).
PDE Classification (Elliptic, Parabolic, Hyperbolic)
Pengelompokan persamaan diferensial parsial orde dua menjadi tiga jenis — elliptic, parabolic, dan hyperbolic — yang masing-masing memerlukan pendekatan numerik berbeda.
Preconditioning
Teknik mentransformasi sistem persamaan linear menjadi bentuk yang lebih mudah diselesaikan iterative solver, secara drastis mempercepat kecepatan konvergensi.
Pseudopressure
Variabel bantu m(p) yang didefinisikan khusus untuk gas nyata, digunakan untuk meluruskan (melinearkan) diffusivity equation gas yang aslinya tidak linear.
Sparse Matrix
Matriks berukuran besar yang sebagian besar elemennya bernilai nol, muncul secara alami dari diskretisasi grid reservoir karena tiap sel hanya terhubung dengan tetangga terdekatnya.
Spectral Radius
Nilai absolut terbesar dari seluruh eigenvalue suatu matriks, menentukan kecepatan konvergensi (atau divergensi) suatu proses iteratif linear.
Successive Over-Relaxation (SOR)
Modifikasi metode Gauss-Seidel yang mempercepat konvergensi dengan melebih-lebihkan (over-relax) koreksi pada setiap iterasi menggunakan faktor relaksasi yang dipilih dengan tepat.
Superposition
Teknik menjumlahkan beberapa solusi sederhana untuk membangun solusi kasus yang lebih rumit, misalnya laju alir yang berubah-ubah dari solusi-solusi laju konstan.
Taylor Series
Cara menuliskan nilai fungsi di suatu titik sebagai jumlah tak hingga dari turunan-turunannya di titik lain; dasar matematis semua skema finite difference.
Tridiagonal Matrix
Matriks koefisien yang hanya memiliki nilai tidak nol pada diagonal utama serta satu baris di atas dan di bawahnya, sehingga dapat diselesaikan jauh lebih cepat dibanding matriks penuh.
Truncation Error
Kesalahan yang muncul karena Taylor series yang sesungguhnya tak hingga dipotong hanya sampai beberapa suku saja.
Vector
Besaran yang memuat beberapa nilai sekaligus, misalnya kecepatan aliran fluida yang memiliki komponen ke arah x, y, dan z.
Von Neumann Stability Analysis
Teknik matematis formal untuk menurunkan syarat stabilitas suatu skema numerik dengan menganalisis bagaimana komponen error berbentuk gelombang Fourier tumbuh atau meluruh antar langkah waktu.
Fluids & PVT
API Gravity
Ukuran densitas minyak mentah relatif terhadap air yang digunakan industri perminyakan, dengan nilai API lebih tinggi menunjukkan minyak yang lebih ringan.
Black-Oil Model
Model reservoir simulation yang menyederhanakan fluida menjadi tiga komponen (minyak, gas, air) dengan gas yang dapat larut dalam minyak, cocok untuk sebagian besar kasus produksi minyak konvensional.
Bubble Point (Saturation Pressure)
Saturation pressure di mana gas mulai keluar dari larutan minyak membentuk fase gas bebas; di bawah tekanan ini reservoir menjadi dua fase (minyak + gas).
Buckley-Leverett Theory
Teori klasik yang menjelaskan pergerakan front saturasi dua fasa tidak bercampur di sepanjang media berpori satu dimensi, menggunakan kurva fractional flow.
Capillary Pressure (Pc)
Perbedaan tekanan antara fasa non-wetting dan fasa wetting pada antarmuka fluida di dalam pori, timbul akibat interfacial tension dan wettability batuan.
Compositional Model
Jenis simulator reservoir yang melacak komposisi kimia campuran hidrokarbon secara explicit, digunakan untuk fluida yang perilaku fasanya sensitif terhadap komposisi.
Condensate Banking
Akumulasi cairan kondensat di sekitar lubang sumur pada reservoir gas kondensat retrograde, yang mengurangi permeability efektif gas dan menurunkan produktivitas sumur.
Condensing Gas Drive Mechanism
Mekanisme pencapaian miscibility di mana komponen menengah dari gas injeksi kaya (rich gas) mengembun masuk ke minyak reservoir seiring aliran, hingga tercapai kondisi bercampur sempurna.
Constant Composition Expansion (CCE)
Uji laboratorium PVT yang mengembangkan volume sel fluida pada komposisi tetap untuk menentukan tekanan bubble point atau dew point serta kompresibilitas fluida.
Constant Volume Depletion (CVD)
Uji laboratorium PVT khusus fluida gas kondensat yang mensimulasikan proses depletion reservoir sambil mempertahankan volume sel tetap konstan pada setiap tahap.
Corey Correlation
Korelasi empiris berbentuk hukum pangkat yang menghubungkan relative permeability dengan saturasi ternormalisasi, banyak dipakai ketika data laboratorium terbatas.
Critical Gas Saturation (Sgc)
Saturasi gas minimum yang harus tercapai sebelum gas bebas mulai dapat mengalir sebagai fasa kontinu di dalam reservoir.
Dew Point
Titik embun, yaitu tekanan di mana cairan pertama kali mulai terbentuk dari campuran gas saat tekanan diturunkan; di atas titik ini reservoir seluruhnya berupa gas.
Differential Liberation (DL)
Uji laboratorium PVT yang mengeluarkan gas dari sel pada setiap tahap penurunan tekanan, meniru proses depletion reservoir minyak yang sesungguhnya secara lebih akurat.
Equation of State (EOS)
EOS, rumus termodinamika yang digunakan untuk menghitung bagaimana campuran hidrokarbon terbagi antara fasa gas dan cair pada tekanan dan suhu tertentu.
Equilibrium Ratio (K-value)
Rasio fraksi mol suatu komponen dalam fasa gas terhadap fraksi mol komponen yang sama dalam fasa cairan pada kondisi kesetimbangan, input utama flash calculation.
First-Contact Miscibility
Kondisi ketika dua fluida (misalnya minyak dan gas injeksi) bercampur sempurna tanpa batas antarmuka pada kontak pertama, tanpa memerlukan pertukaran komponen bertahap.
Flash Calculation
Perhitungan kesetimbangan uap-cair yang menentukan fraksi dan komposisi fasa gas serta cairan suatu campuran multi-komponen pada tekanan dan temperatur tertentu.
Fluid Saturation (S)
Fraksi volume pori batuan yang diisi oleh suatu fasa fluida tertentu (minyak, gas, atau air), dengan jumlah saturasi seluruh fasa selalu sama dengan satu.
Formation Volume Factor (Bo)
Bo, yaitu rasio volume minyak (atau fluida lain) pada kondisi reservoir terhadap volumenya pada kondisi standar di permukaan.
Fractional Flow (fw)
Fraksi laju alir suatu fasa terhadap laju alir total seluruh fasa pada suatu titik reservoir, dihitung dari rasio mobility fasa tersebut terhadap mobility total.
Gas Compressibility Factor (Z-Factor)
Faktor deviasi gas nyata dari perilaku gas ideal, berubah terhadap tekanan dan suhu, salah satu sumber utama nonlinearitas pada persamaan aliran gas.
Gas Cycling
Strategi produksi di mana gas yang diproduksikan dipisahkan komponen cairnya di permukaan, lalu gas sisanya diinjeksikan kembali ke reservoir untuk menjaga tekanan.
Gas Formation Volume Factor (Bg)
Rasio volume gas pada kondisi reservoir terhadap volume gas yang sama pada kondisi standar di permukaan, digunakan mengonversi volume gas produksi ke volume reservoir.
Gas Specific Gravity
Rasio densitas gas reservoir terhadap densitas udara pada kondisi standar yang sama, digunakan sebagai input utama korelasi sifat PVT gas seperti Z-factor.
Gas-Oil Ratio (GOR)
GOR, rasio volume gas terhadap volume minyak yang diproduksikan, indikator penting kapan gas bebas mulai ikut terproduksi di sumur.
Ideal Fluid
Fluida yang diasumsikan mengikuti hubungan densitas-tekanan paling sederhana, tanpa memperhitungkan efek gas terlarut secara rinci.
Interfacial Tension (IFT)
Gaya per satuan panjang yang bekerja pada antarmuka dua fluida tidak bercampur, sumber utama capillary pressure dan penentu tingkat kesulitan mendesak minyak keluar dari pori.
Irreducible Water Saturation (Swc)
Saturasi air minimum yang tertahan di dalam pori akibat gaya kapiler dan tidak dapat diturunkan lebih lanjut meskipun tekanan drive terus ditingkatkan.
Isothermal Compressibility of Oil (co)
Ukuran perubahan relatif volume minyak terhadap perubahan tekanan pada temperatur konstan, berlaku untuk kondisi undersaturated di atas bubble point.
Leverett J-Function
Bentuk tak berdimensi dari capillary pressure yang menormalkan pengaruh porosity, permeability, dan interfacial tension, memungkinkan data core berbeda digabung dalam satu kurva.
Minimum Miscibility Pressure (MMP)
MMP, tekanan minimum agar gas injeksi dapat bercampur sepenuhnya dengan minyak reservoir; di bawah tekanan ini prosesnya bersifat immiscible.
Miscible Flood
Metode injeksi di mana gas yang diinjeksikan bercampur sempurna dengan minyak di reservoir (tanpa batas antarmuka fase) pada tekanan tinggi.
Multiple-Contact Miscibility
Proses pencapaian kondisi miscible secara bertahap lewat pertukaran komponen berulang kali antara gas injeksi dan minyak di sepanjang aliran, bukan pada kontak pertama.
Original Gas in Place (OGIP)
Estimasi volume total gas yang ada di dalam reservoir sebelum produksi dimulai, dihitung dari volume pori, saturasi gas awal, dan gas formation volume factor.
Original Oil in Place (OOIP)
Estimasi volume total minyak yang ada di dalam reservoir sebelum produksi dimulai, dihitung dari volume pori, saturasi minyak awal, dan formation volume factor.
Peng-Robinson Equation of State
Salah satu equation of state kubik paling banyak dipakai di industri perminyakan untuk memprediksi perilaku fasa dan sifat volumetrik campuran hidrokarbon.
Phase Behavior
Perilaku jumlah, komposisi, dan sifat fasa fluida ketika tekanan, temperatur, atau komposisi campuran berubah.
Pseudo-Critical Properties
Tekanan dan temperatur kritis semu dari campuran gas alam, dihitung sebagai rata-rata tertimbang komponen penyusunnya, dasar perhitungan gas compressibility factor.
PVT (Pressure-Volume-Temperature)
Data/kurva yang menggambarkan bagaimana sifat fluida reservoir (volume, densitas, viskositas, gas terlarut) berubah terhadap tekanan dan suhu.
PVT Report
Dokumen hasil analisis laboratorium yang merangkum seluruh sifat fisik fluida reservoir sebagai fungsi tekanan, menjadi sumber data utama untuk model black-oil maupun compositional.
Recovery Factor (RF)
Fraksi hidrokarbon yang berhasil diproduksi dari original oil/gas in place, mencakup kontribusi primary, secondary, dan tertiary recovery sepanjang umur lapangan.
Relative Permeability (kr)
Rasio effective permeability suatu fasa terhadap absolute permeability batuan, bernilai antara 0 dan 1, dan berubah sebagai fungsi saturasi fasa tersebut.
Relative Permeability Hysteresis
Fenomena di mana kurva relative permeability berbeda tergantung arah perubahan saturasi (meningkat atau menurun), penting pada proses injeksi bolak-balik seperti WAG.
Reservoir Fluid Classification
Pengelompokan fluida hidrokarbon reservoir berdasarkan posisi kondisi awalnya pada diagram fasa tekanan-temperatur: black oil, volatile oil, retrograde gas, wet gas, atau dry gas.
Reservoir Fluid Sampling
Proses pengambilan sampel fluida reservoir secara representatif (di dasar sumur atau di permukaan) untuk dianalisis di laboratorium PVT.
Residual Oil Saturation (Sor)
Saturasi minyak minimum yang tertinggal terperangkap di dalam pori setelah proses immiscible displacement, tidak dapat diturunkan lebih lanjut oleh gaya viscous biasa.
Retrograde Condensate
Fluida reservoir gas yang berperilaku tidak biasa: cairan (kondensat) justru terbentuk ketika tekanan turun di bawah dew point, berlawanan dengan intuisi penguapan biasa.
Saturated Oil
Kondisi minyak reservoir yang tekanannya berada tepat pada atau di bawah bubble point, di mana gas bebas mulai atau telah terbentuk karena minyak tidak mampu lagi melarutkan seluruh gas.
Separator
Peralatan permukaan yang memisahkan fluida produksi menjadi fasa gas, minyak/kondensat, dan air pada tekanan serta temperatur tertentu.
Separator Test
Uji laboratorium PVT yang mensimulasikan proses pemisahan gas dan minyak di fasilitas produksi permukaan, digunakan mengkalibrasi formation volume factor dan gas-oil ratio produksi.
Slightly Compressible Fluid
Asumsi bahwa compressibility fluida konstan terhadap tekanan, sehingga hubungan densitas-tekanan dapat dilinearkan; mendasari sebagian besar teknik pressure transient analysis klasik.
Slim-Tube Test
Uji laboratorium standar untuk menentukan minimum miscibility pressure suatu pasangan gas injeksi dan minyak, menggunakan tabung panjang berisi media berpori.
Solution Gas-Oil Ratio (Rs)
Rs, yaitu jumlah gas yang terlarut dalam satu satuan volume minyak pada kondisi reservoir, berkurang seiring tekanan turun di bawah bubble point.
Standing-Katz Chart
Korelasi grafis klasik yang memberikan nilai gas compressibility factor (Z) sebagai fungsi tekanan dan temperatur tereduksi semu, berlaku umum untuk sebagian besar gas alam.
Swelling Test
Uji laboratorium PVT yang mengukur pengembangan volume minyak dan penurunan viskositasnya akibat pelarutan gas injeksi (CO2 atau gas hidrokarbon) ke dalam minyak.
Total Formation Volume Factor (Bt)
Formation volume factor gabungan yang menggabungkan volume minyak dan gas terlarut yang telah keluar dari larutan, dipakai pada perhitungan material balance di bawah bubble point.
Total System Compressibility (ct)
Kompresibilitas gabungan seluruh komponen sistem reservoir (minyak, air, gas, dan batuan) yang ditimbang berdasarkan saturasi masing-masing, dipakai pada persamaan diffusivity.
Undersaturated Oil
Kondisi minyak reservoir yang tekanannya masih di atas bubble point, sehingga tidak ada gas bebas dan seluruh gas masih larut sepenuhnya dalam minyak.
Vaporizing Gas Drive Mechanism
Mekanisme pencapaian miscibility di mana komponen menengah minyak menguap masuk ke gas injeksi segar seiring aliran, secara bertahap memperkaya gas hingga bercampur sempurna dengan minyak.
Viscosity (μ)
Ukuran resistansi internal fluida terhadap aliran, muncul sebagai pembagi dalam mobility dan salah satu penentu utama mobility ratio dalam proses displacement.
Volatile Oil
Jenis fluida reservoir minyak dengan kandungan komponen ringan lebih tinggi dari black oil, menghasilkan formation volume factor besar dan shrinkage tajam di bawah bubble point.
WAG (Water-Alternating-Gas)
Skema injeksi bergantian air dan gas, digunakan untuk mengendalikan mobility gas dan meningkatkan efisiensi sapuan.
Water Formation Volume Factor (Bw)
Rasio volume air formasi pada kondisi reservoir terhadap volume yang sama pada kondisi standar, nilainya mendekati satu karena air jauh kurang kompresibel dibanding minyak atau gas.
Wettability
Kecenderungan relatif suatu fluida untuk membasahi (menempel pada) permukaan batuan dibanding fluida lain, mengklasifikasikan batuan sebagai water-wet, oil-wet, atau mixed-wet.
Numerical Simulation Schemes
Adaptive Implicit Method (AIM)
AIM, pendekatan yang memilih tingkat keimplisitan berbeda untuk tiap sel grid secara dinamis, hanya menerapkan kalkulasi berat pada sel yang benar-benar membutuhkannya.
Adaptive Time-Stepping
Strategi yang secara otomatis memperbesar atau memperkecil langkah waktu simulasi berdasarkan tingkat kesulitan konvergensi dan tingkat perubahan solusi pada langkah sebelumnya.
Block-Centered Grid
Grid di mana titik hitung (node) diletakkan di tengah setiap blok; pendekatan yang paling umum dan familiar bagi engineer.
Cartesian Grid
Jenis grid simulasi paling sederhana, membagi reservoir menjadi balok-balok segi empat beraturan yang selaras dengan sumbu koordinat x, y, dan z.
Coning
Fenomena penarikan air dan/atau gas membentuk profil seperti kerucut menuju perforasi sumur akibat drawdown tekanan yang kuat di sekitar sumur.
Control Volume Grid (CVG)
Grid yang membentuk volume kontrol di sekitar titik hitung sehingga neraca fluks pada setiap sel dapat disusun secara konservatif, termasuk bentuk Voronoi/PEBI.
Corner Point Grid
Grid dengan bentuk blok yang tidak beraturan tetapi tetap logically rectangular karena setiap blok didefinisikan oleh 8 titik sudut; digunakan untuk menangkap geometri reservoir yang kompleks.
Dual-Porosity Model
Cara memodelkan reservoir rekah dengan dua sistem pori terpisah: matriks (kapasitas simpan besar, aliran lambat) dan rekahan (kapasitas simpan kecil, aliran cepat).
Equivalent Wellbore Radius (re)
Jarak tertentu dari sumur di mana tekanan grid block dianggap sama dengan tekanan pada solusi analitis aliran radial, konsep kunci dalam Peaceman well model.
Five-Point / Nine-Point Scheme
Pola koneksi grid block dua dimensi: five-point scheme hanya menghitung empat tetangga langsung (utara-selatan-timur-barat), nine-point scheme menambahkan empat tetangga diagonal.
Flux Limiter / TVD Scheme
Teknik numerik yang menjaga solusi tetap monoton (bebas osilasi palsu) di sekitar front saturasi tajam, tanpa mengorbankan akurasi orde tinggi pada daerah solusi yang mulus.
Full-Field Model
Model simulasi yang mencakup seluruh area reservoir dan seluruh sumur dalam satu lapangan, digunakan untuk keputusan manajemen reservoir tingkat lapangan secara menyeluruh.
Fully Implicit
Numerical method di mana semua variabel (tekanan dan saturasi) dihitung implicit secara bersamaan; lebih stabil untuk langkah waktu besar namun perhitungan per langkah lebih berat.
Grid Orientation Effect
Fenomena numerik di mana hasil simulasi dapat berbeda tergantung skema diskretisasi atau orientasi garis grid terhadap posisi sumur, meski grid dan datanya sama.
Horizontal Well Model
Representasi numerik sumur horizontal dalam simulator, memerlukan penanganan khusus karena sumur melintasi banyak grid block secara lateral dengan aliran yang dominan radial di sekitar lintasannya.
IMPES (Implicit Pressure, Explicit Saturation)
Numerical scheme yang menghitung tekanan secara implicit lewat sistem matriks, lalu saturasi secara explicit; lebih cepat dihitung namun butuh langkah waktu lebih kecil agar stabil.
IMPSAT (Implicit Pressure and Saturation)
Skema numerik yang menyelesaikan tekanan dan saturasi secara implisit simultan namun tanpa iterasi Newton penuh seperti fully implicit, kompromi stabilitas dan biaya komputasi.
Local Grid Refinement (LGR)
LGR, teknik memperhalus grid simulasi hanya di sekitar sumur agar aliran mendekati sumur dapat dihitung lebih akurat tanpa memperhalus seluruh model reservoir.
Mass Balance
Prinsip dasar: laju aliran bersih yang masuk ke suatu blok sama dengan laju akumulasi fluida di blok itu.
Mobility
Besaran yang mewakili kemudahan fluida mengalir, dihitung dari relative permeability dibagi viskositas dan formation volume factor.
Multi-Lateral Well
Sumur dengan lebih dari satu lintasan horizontal (lateral) bercabang dari satu lubang sumur utama, memaksimalkan kontak reservoir dari satu lokasi permukaan tunggal.
Multi-Point Flux Approximation (MPFA)
Metode perhitungan fluks antar grid block yang mempertimbangkan lebih banyak titik tekanan tetangga dibanding TPFA, lebih akurat untuk grid non-orthogonal dan anisotropy miring.
Newton Iteration
Proses iteratif yang digunakan simulator fully implicit untuk menyelesaikan persamaan aliran nonlinear pada setiap langkah waktu.
Non-Neighbor Connection (NNC)
Koneksi transmissibility yang didefinisikan secara eksplisit antara dua grid block yang tidak bertetangga langsung dalam struktur indeks grid, umum pada model dengan sesar.
Numerical Dispersion
Front saturasi yang tajam secara fisik jadi tampak melebar/menghalus di hasil simulasi, karena satu grid block hanya dapat memiliki satu nilai saturasi rata-rata.
Operator Splitting
Teknik numerik yang memecah persamaan kompleks menjadi beberapa sub-persamaan lebih sederhana yang diselesaikan secara berurutan, masing-masing dengan metode paling sesuai.
Peaceman Well Model
Formulasi standar yang menghubungkan tekanan dasar sumur dengan tekanan rata-rata grid block tempat sumur berada, mengatasi perbedaan skala antara ukuran grid dan jari-jari sumur.
PEBI Grid (Voronoi Grid)
Jenis grid tidak beraturan berbasis diagram Voronoi, di mana setiap sisi grid block tegak lurus (Perpendicular Bisector) terhadap garis penghubung pusat sel tetangga.
Pore Volume Weighting
Teknik upscaling yang menghitung rata-rata sifat batuan (seperti porosity) antar sel-sel geologi halus dengan bobot sebanding volume pori masing-masing sel.
Pressure Equation
Persamaan yang diselesaikan simulator untuk memperoleh distribusi tekanan, umumnya dibentuk dengan menggabungkan persamaan massa tiap fasa.
Radial Grid
Jenis grid yang menggunakan koordinat silinder (radial-tangensial-vertikal) berpusat pada suatu sumur, ideal untuk merepresentasikan aliran radial di sekitar lubang sumur.
Regional Transmissibility Multiplier
Faktor pengali yang diterapkan pada transmissibility antar region atau antar lapisan tertentu dalam model, sering digunakan sebagai parameter penyesuaian selama history matching.
Sealing / Non-Sealing Fault
Klasifikasi sesar berdasarkan kemampuannya menahan atau meloloskan aliran fluida antar blok reservoir yang dipisahkannya, direpresentasikan lewat transmissibility multiplier.
Sector Model
Model simulasi yang hanya mencakup sebagian (sektor) dari suatu reservoir besar, digunakan untuk studi rinci yang terlalu mahal dijalankan pada model full-field lengkap.
Sequential Fully Implicit (SFI)
Skema numerik yang menyelesaikan tekanan dan saturasi secara bergantian, namun masing-masing diselesaikan secara fully implicit dengan iterasi outer loop untuk menjamin konsistensi.
Sequential Implicit Method
Skema numerik yang menyelesaikan tekanan dan saturasi secara bergantian dalam sub-langkah terpisah pada satu langkah waktu, kompromi antara IMPES dan fully implicit.
Simulation Restart
Kemampuan melanjutkan simulasi dari kondisi (tekanan, saturasi) yang tersimpan pada suatu waktu tertentu, tanpa perlu menjalankan ulang seluruh riwayat simulasi dari awal.
Stone's Method
Salah satu model matematis populer untuk menghitung relative permeability tiga fase (minyak-air-gas) dari data dua fase yang lebih mudah diukur.
Streamline Simulation
Pendekatan simulasi alternatif yang melacak aliran fluida di sepanjang lintasan streamline (bukan grid tetap), sangat efisien untuk model besar dengan banyak sumur.
Structured vs Unstructured Grid
Pembagian mendasar jenis grid simulasi: structured grid memiliki pola konektivitas teratur (seperti Cartesian), unstructured grid memiliki konektivitas fleksibel dan tidak beraturan (seperti PEBI).
Time Step (Δt)
Selang waktu diskret antara dua keadaan simulasi berturutan; ukurannya memengaruhi stabilitas, akurasi, dan biaya komputasi.
Transmissibility
Besaran yang mewakili kemudahan geometri aliran antar dua blok, dihitung dari permeabilitas, luas penampang, dan jarak antar blok.
Two-Point Flux Approximation (TPFA)
Metode paling umum menghitung fluks antar grid block, mengasumsikan fluks hanya bergantung pada selisih tekanan dua sel yang berbatasan langsung, dikalikan transmissibility.
Upscaling
Proses menggabungkan banyak sel geologi kecil menjadi satu sel simulasi yang lebih besar, dengan menghitung properti efektif yang mewakili gabungan sel-sel aslinya.
Upstream Weighting
Cara menentukan nilai mobility fluida di batas antar sel grid, diambil dari sel hulu (upstream) tempat aliran berasal, bukan dari sel tujuan; penting untuk kestabilan numerik.
Water Coning
Fenomena air dari bawah reservoir naik membentuk kerucut menuju sumur produksi akibat penurunan tekanan lokal di sekitar sumur.
Well Connection Factor
Koefisien yang menghubungkan laju alir suatu segmen sumur dengan selisih tekanan grid block dan bottomhole pressure, generalisasi well index untuk sumur dengan banyak segmen.
Well Constraint (Rate/BHP Control)
Batasan operasional yang diterapkan pada suatu sumur dalam simulasi, seperti target laju produksi (rate control) atau batas tekanan dasar sumur minimum (BHP control).
Well Index (Productivity Index)
Productivity Index (PI), yaitu angka yang menghubungkan laju alir sumur dengan selisih tekanan antara reservoir dan lubang sumur.
Well Testing & Pressure Transient Analysis
Average Reservoir Pressure (MBH Method)
Estimasi tekanan reservoir rata-rata di area drainase suatu sumur, dikoreksi dari tekanan ekstrapolasi Horner plot menggunakan metode Matthews-Brons-Hazebroek (MBH).
Bilinear Flow
Flow regime khas sumur dengan hydraulic fracturing konduktivitas rendah, ditandai aliran linear simultan di dalam rekahan dan dari formasi menuju rekahan.
Bottomhole Pressure (BHP)
Tekanan fluida di dasar sumur pada kedalaman referensi tertentu, digunakan sebagai kondisi operasi dan penghubung antara model sumur dengan reservoir.
Bourdet Derivative
Turunan tekanan terhadap logaritma waktu yang diplot bersama data tekanan pada well test modern, secara dramatis mempertajam identifikasi flow regime dan fitur reservoir.
Buildup
Periode setelah sumur ditutup sehingga tekanan dasar sumur naik kembali terhadap waktu, digunakan untuk menginterpretasi parameter reservoir lewat pressure transient analysis.
Completion Interval
Bagian formasi reservoir yang secara sengaja dibuka (diperforasi) agar berkomunikasi hidraulik dengan lubang sumur, menentukan lapisan mana yang benar-benar berkontribusi pada aliran.
Composite Reservoir Model
Model interpretasi well test yang mengasumsikan reservoir terdiri dari dua atau lebih zona konsentris dengan sifat (mobility, storativity) berbeda mengelilingi sumur.
Deconvolution (Pressure Transient Analysis)
Teknik matematis yang mengubah data tekanan dan laju alir variabel menjadi respons tekanan setara laju alir konstan tunggal, memperpanjang radius of investigation efektif tanpa uji tambahan.
Deliverability Test
Uji sumur gas yang mengukur kemampuan produksi maksimum sumur pada berbagai tekanan dasar sumur, menghasilkan kurva deliverability untuk perencanaan produksi.
Dietz Shape Factor
Konstanta yang menggambarkan geometri dan posisi sumur di dalam area drainasenya, digunakan pada persamaan pseudo-steady state untuk menghitung tekanan rata-rata reservoir.
Drawdown
Periode ketika sumur diproduksikan sehingga tekanan dasar sumur turun terhadap waktu; bagian pertama dari uji sumur klasik.
Drill Stem Test (DST)
Uji sumur sementara yang dilakukan segera setelah pemboran menembus zona target, sebelum komplesi permanen, untuk penilaian awal produktivitas dan sifat fluida reservoir.
Falloff Test
Analog buildup test untuk sumur injeksi, dilakukan dengan menutup sumur setelah periode injeksi dan memantau penurunan (falloff) tekanan untuk mengestimasi permeability dan skin.
Flow Efficiency (FE)
Rasio produktivitas aktual sumur (dengan skin) terhadap produktivitas ideal seandainya tidak ada formation damage maupun stimulasi, indikator ringkas kondisi near-wellbore.
Flow Regimes (Transient, Pseudo-Steady, Steady)
Tiga tahap perilaku aliran sumur berbeda seiring waktu: transient (radius of investigation masih membesar), pseudo-steady state (setelah menyentuh batas tertutup), dan steady state (dengan aquifer/injeksi penyeimbang).
Fracture Half-Length (xf)
Jarak dari lubang sumur hingga ujung rekahan hidraulik pada satu sisi, parameter kunci yang menentukan luas kontak tambahan sumur dengan reservoir setelah hydraulic fracturing.
Horner Plot
Teknik klasik analisis data uji buildup dengan memplot tekanan terhadap fungsi waktu Horner, (tp+Δt)/Δt, pada sumbu logaritmik.
Inflow Performance Relationship (IPR)
Kurva yang menggambarkan hubungan antara laju produksi sumur dengan tekanan dasar sumur alirnya, dasar penentuan titik operasi sumur bersama kurva outflow tubing.
Injectivity Test
Uji sumur yang mengukur kemampuan suatu sumur menerima fluida injeksi pada berbagai tekanan, dianalisis dengan prinsip serupa well test namun untuk sumur injektor.
Interference Test
Uji sumur yang mengubah laju alir di satu sumur aktif sambil memantau respons tekanan di sumur pengamatan terpisah, mengonfirmasi konektivitas hidraulik antar sumur.
Isochronal Test
Variasi deliverability test untuk sumur gas yang belum mencapai stabilisasi tekanan penuh, menggunakan durasi alir yang sama pada setiap laju untuk membandingkan respons secara adil.
MDH Plot (Miller-Dyes-Hutchinson)
Metode alternatif Horner plot untuk analisis buildup test, memplot tekanan terhadap logaritma waktu penutupan biasa, lebih sederhana ketika waktu produksi sebelumnya sangat panjang.
Multi-Rate Test
Uji sumur yang menerapkan beberapa laju alir berbeda secara berurutan, memungkinkan analisis superposisi untuk memisahkan efek skin dan mendapatkan estimasi parameter yang lebih andal.
Multilayer Reservoir Testing
Analisis well test khusus untuk reservoir dengan beberapa lapisan berbeda sifat yang berkomunikasi hanya lewat lubang sumur, memerlukan interpretasi kontribusi tiap lapisan secara terpisah.
Pressure Transient Analysis (PTA)
Analisis respons tekanan sumur terhadap perubahan laju untuk mengestimasi sifat reservoir, kondisi sekitar sumur, dan keberadaan batas.
Pulse Test
Variasi interference test yang menggunakan serangkaian pulsa laju alir singkat berulang di sumur aktif, menghasilkan sinyal tekanan yang lebih mudah dibedakan dari noise di sumur pengamatan.
Radius of Investigation
Jarak dari sumur yang telah 'dirasakan' pengaruh perubahan tekanan pada suatu waktu tertentu selama well test, menandai seberapa jauh cakupan informasi reservoir yang diperoleh.
Rate Transient Analysis (RTA)
Metode analisis yang menginterpretasi data laju alir produksi (bukan hanya tekanan) untuk mengestimasi permeability, luas drainase, dan cadangan sumur, populer untuk sumur shale/tight.
Skin Factor
Faktor tambahan yang mewakili kerusakan atau perbaikan formasi di sekitar lubang sumur, menyebabkan penurunan tekanan ekstra (atau berkurang) dibanding aliran radial ideal.
Step-Rate Test
Uji sumur injeksi yang menaikkan laju alir secara bertahap untuk menentukan tekanan rekah formasi (fracture pressure), batas atas tekanan operasi injeksi yang aman.
Type Curve Matching
Teknik interpretasi well test yang mencocokkan data tekanan lapangan dengan kurva standar (type curve) hasil solusi analitis, untuk mengestimasi permeability, skin, dan parameter lainnya.
Variable Rate
Kondisi laju alir sumur yang berubah-ubah terhadap waktu (bukan konstan), yang memerlukan penanganan matematis khusus saat menginterpretasi data uji sumur.
Vogel's Correlation
Korelasi empiris yang mendeskripsikan bentuk melengkung kurva IPR untuk sumur minyak berproduksi di bawah bubble point, ketika terdapat aliran dua fasa minyak dan gas bersamaan.
Wellbore Storage
Efek tersimpannya/terlepasnya fluida di dalam lubang sumur itu sendiri yang menutupi/mendistorsi respons tekanan reservoir sesaat setelah sumur dibuka atau ditutup.
Rock & Reservoir Properties
Absolute Permeability
Kemampuan batuan meloloskan fluida ketika hanya satu fasa fluida yang mengalir dan sepenuhnya menjenuhi ruang pori, dinyatakan dalam satuan darcy atau milidarcy.
Cementation Exponent (m)
Parameter empiris dalam persamaan Archie yang menggambarkan seberapa besar sementasi butiran batuan memengaruhi hubungan antara porosity dan formation factor.
Effective Permeability
Kemampuan batuan meloloskan satu fasa fluida tertentu ketika lebih dari satu fasa mengalir bersamaan di dalam pori, selalu lebih kecil dari absolute permeability.
Formation Damage
Penurunan permeability di sekitar lubang sumur akibat proses pemboran, komplesi, atau produksi, yang menghambat aliran fluida menuju sumur.
Formation Factor (F)
Rasio resistivitas batuan yang sepenuhnya jenuh air terhadap resistivitas air formasi itu sendiri, menjadi jembatan antara porosity dan pengukuran resistivitas log.
Gravity Drainage / Segregation
Mekanisme pemisahan fluida di dalam reservoir akibat perbedaan densitas, di mana gas bermigrasi ke atas dan air bermigrasi ke bawah relatif terhadap minyak.
Gross Pay
Ketebalan total interval formasi reservoir yang dievaluasi, mencakup baik lapisan produktif maupun non-produktif (sisipan shale, zona ketat), sebelum penerapan cutoff.
Klinkenberg Effect
Fenomena permeability gas yang terukur di laboratorium lebih tinggi daripada permeability likuid akibat efek slip molekul gas pada dinding pori berukuran kecil.
Naturally Fractured Reservoir
Reservoir yang memiliki jaringan rekahan alami di dalam batuan, menciptakan dua sistem aliran berbeda: matrix berpori dan rekahan berpermeabilitas tinggi.
Net Pay
Ketebalan bagian formasi yang memenuhi kriteria cutoff porosity, permeability, dan saturasi air sehingga dianggap mampu berkontribusi secara ekonomis pada produksi.
Net-to-Gross Ratio (N/G)
Rasio ketebalan batuan reservoir yang produktif (net pay) terhadap ketebalan total interval yang dievaluasi (gross thickness).
Overburden Pressure
Tekanan total yang diberikan oleh berat batuan dan fluida di atas suatu kedalaman formasi, ditopang bersama oleh tekanan pori fluida dan tegangan efektif rangka batuan.
Permeability Anisotropy
Kondisi ketika nilai permeability batuan berbeda-beda tergantung arah pengukuran, umumnya permeability horizontal (kx, ky) berbeda dari permeability vertikal (kz).
Pore Pressure
Tekanan fluida yang mengisi ruang pori batuan reservoir, menjadi tekanan yang sama dengan tekanan reservoir yang dipantau dan diprediksi oleh simulator.
Porosity
Fraksi volume batuan reservoir yang berupa ruang kosong (pori) dan dapat menampung fluida, dinyatakan sebagai rasio volume pori terhadap volume total batuan.
Reservoir Heterogeneity
Variasi sifat batuan (porosity, permeability, litologi) dari satu titik ke titik lain di dalam reservoir, berlawanan dengan asumsi reservoir homogen yang seragam.
Reservoir Pore Volume
Volume total ruang pori dalam suatu grid block atau reservoir yang tersedia untuk menampung fluida, dihitung dari hasil kali volume batuan dan porosity.
Rock Compressibility (cf)
Perubahan relatif volume pori batuan akibat perubahan tekanan pori, biasanya mengecil ketika tekanan reservoir turun akibat produksi.
Saturation Exponent (n)
Parameter empiris dalam persamaan Archie yang menghubungkan resistivitas batuan dengan saturasi air, biasanya bernilai mendekati dua untuk batuan water-wet.
Shale Volume (Vsh)
Fraksi volume material lempung (shale) di dalam suatu interval batuan, digunakan sebagai salah satu kriteria cutoff untuk menentukan net pay.
Shape Factor (σ) — Dual-Porosity
Parameter geometris dalam model dual-porosity yang mengendalikan laju perpindahan fluida (interporosity flow) dari blok matrix menuju rekahan di sekitarnya.
Tortuosity
Ukuran seberapa berliku jalur pori yang harus dilalui fluida (atau arus listrik) dibandingkan jarak garis lurus antara dua titik dalam batuan.
Warren-Root Model
Model idealisasi klasik untuk reservoir rekah alami yang menggambarkan matrix sebagai blok-blok kubus seragam dikelilingi jaringan rekahan ortogonal.
Enhanced Oil Recovery
Alkaline Flooding
Metode chemical EOR yang menginjeksikan basa (alkali) untuk bereaksi dengan asam organik dalam minyak dan menghasilkan surfaktan alami di dalam reservoir (in-situ).
Areal Sweep Efficiency
Fraksi luas area reservoir (dilihat dari atas) yang telah tersapu oleh fluida pendesak pada suatu pola dan waktu injeksi tertentu.
Capillary Number (Nc)
Bilangan tak berdimensi yang membandingkan gaya viscous dengan gaya kapiler, menentukan seberapa besar residual oil saturation dapat diturunkan oleh suatu proses displacement.
Chemical Flooding
Kelompok metode EOR yang menginjeksikan bahan kimia (polimer, surfaktan, atau alkali) untuk memperbaiki mobility ratio atau menurunkan interfacial tension.
CO2 Flooding
Metode EOR yang menginjeksikan karbon dioksida untuk mencapai kondisi miscible dengan minyak reservoir, sekaligus berpotensi sebagai sarana penyimpanan karbon.
Cyclic Steam Stimulation (CSS)
Metode thermal recovery 'huff-and-puff' yang menginjeksikan uap ke suatu sumur, mendiamkannya untuk memanaskan minyak sekitar, lalu memproduksi sumur yang sama.
Displacement Efficiency
Fraksi minyak yang berhasil didesak keluar dari volume pori yang telah tersapu fluida pendesak, ditentukan pada skala pori (mikroskopik) bukan skala reservoir.
Foam Flooding
Metode EOR yang menginjeksikan busa (campuran gas dan surfaktan) untuk mengendalikan mobilitas gas injeksi dan memperbaiki sweep efficiency pada gas flood atau miscible flood.
Gravity Number (Ng)
Bilangan tak berdimensi yang membandingkan gaya gravitasi dengan gaya viscous, menentukan seberapa dominan gravity segregation terjadi selama proses displacement.
Gravity-Stable Displacement
Kondisi displacement di mana perbedaan densitas antar fluida menstabilkan front pendesakan alih-alih menyebabkan fingering, menghasilkan sweep efficiency yang sangat tinggi.
Huff-and-Puff Injection
Skema EOR sumur tunggal di mana gas atau bahan kimia diinjeksikan, didiamkan agar berinteraksi dengan minyak, lalu diproduksi kembali dari sumur yang sama.
Immiscible Displacement
Proses pendesakan minyak oleh fluida lain yang tidak bercampur secara molekuler dengannya, seperti pada waterflooding konvensional, menyisakan batas antarfasa yang jelas.
In-Situ Combustion
Metode thermal recovery yang membakar sebagian minyak di dalam reservoir itu sendiri dengan menginjeksikan udara, menghasilkan panas yang menurunkan viskositas minyak di sekitarnya.
Injection Pattern
Konfigurasi geometris penempatan sumur injeksi relatif terhadap sumur produksi, seperti five-spot atau line drive, yang menentukan areal sweep efficiency suatu proyek flooding.
Mobility Ratio (M)
Rasio mobility fluida pendesak terhadap mobility fluida yang didesak, menentukan seberapa stabil dan efisien proses displacement berlangsung dalam reservoir.
Nitrogen Injection
Metode EOR yang menginjeksikan gas nitrogen, umumnya untuk mempertahankan tekanan reservoir atau mencapai kondisi miscible pada reservoir bertekanan sangat tinggi.
Polymer Flooding
Metode chemical EOR yang menambahkan polimer larut air ke dalam air injeksi untuk menaikkan viskositasnya, memperbaiki mobility ratio, dan meningkatkan sweep efficiency.
Primary Recovery
Tahap produksi hidrokarbon paling awal yang hanya mengandalkan energi alami reservoir (drive mechanism) tanpa injeksi fluida atau energi tambahan dari luar.
Secondary Recovery
Tahap produksi lanjutan setelah energi alami reservoir melemah, dilakukan dengan menginjeksikan air atau gas untuk mempertahankan tekanan dan mendorong fluida tambahan.
Steam-Assisted Gravity Drainage (SAGD)
Metode thermal recovery menggunakan sepasang sumur horizontal sejajar, di mana uap diinjeksikan di sumur atas untuk memanaskan minyak yang mengalir secara gravitasi ke sumur produksi di bawahnya.
Surfactant Flooding
Metode chemical EOR yang menginjeksikan surfaktan untuk menurunkan interfacial tension antara minyak dan air secara drastis, memobilisasi residual oil saturation.
Tertiary Recovery (EOR)
Tahap produksi lanjutan setelah secondary recovery, menggunakan metode enhanced oil recovery seperti injeksi kimia, gas miscible, atau termal untuk mengambil sisa minyak.
Thermal Recovery
Kelompok metode EOR yang menambahkan energi panas ke reservoir untuk menurunkan viskositas minyak berat sehingga lebih mudah mengalir menuju sumur produksi.
Vertical Sweep Efficiency
Fraksi penampang vertikal reservoir yang telah tersapu oleh fluida pendesak, dipengaruhi terutama oleh heterogenitas lapisan dan efek gravitasi.
Voidage Replacement Ratio (VRR)
Rasio antara volume reservoir fluida yang diinjeksikan dengan volume reservoir fluida yang diproduksi, indikator utama keseimbangan tekanan pada waterflooding.
Water Cut
Fraksi air dalam total cairan (air + minyak) yang diproduksi suatu sumur pada suatu waktu, indikator utama perkembangan proses waterflooding.
Waterflooding
Metode secondary recovery paling umum, menginjeksikan air ke dalam reservoir untuk mempertahankan tekanan dan mendesak minyak menuju sumur produksi.