Skin Factor
Faktor tambahan yang mewakili kerusakan atau perbaikan formasi di sekitar lubang sumur, menyebabkan penurunan tekanan ekstra (atau berkurang) dibanding aliran radial ideal.
Definisi
Skin factor () adalah faktor tak berdimensi yang mewakili kerusakan atau perbaikan formasi di zona sangat dekat dengan lubang sumur, menyebabkan tambahan penurunan tekanan (skin positif, formasi rusak) atau justru pengurangan penurunan tekanan (skin negatif, formasi terstimulasi) dibanding yang diprediksi aliran radial ideal ke sumur tanpa gangguan.
Pembahasan
Kerusakan formasi (skin positif) dapat disebabkan berbagai faktor selama pengeboran dan komplesi sumur, seperti invasi lumpur pengeboran yang menyumbat pori-pori batuan di sekitar lubang, atau kerusakan akibat perforasi yang tidak optimal. Sebaliknya, skin negatif (formasi “terstimulasi”) dapat dihasilkan dari perlakuan seperti acidizing atau hydraulic fracturing yang meningkatkan permeabilitas efektif di sekitar sumur melebihi permeabilitas alami reservoir.
Skin factor diestimasi dari analisis uji sumur (biasanya dari data drawdown atau buildup pada rezim aliran radial), dan nilainya secara langsung memengaruhi productivity index (well index) sebuah sumur — skin tinggi menurunkan produktivitas sumur secara signifikan meski permeabilitas reservoir sesungguhnya baik.
Signifikansi
Skin factor adalah parameter kunci untuk mendiagnosis apakah produktivitas sumur yang rendah disebabkan oleh reservoir yang memang buruk (permeabilitas rendah) atau oleh kerusakan formasi yang dapat diperbaiki lewat stimulasi sumur — perbedaan yang memiliki implikasi ekonomi besar.