Lompat ke konten utama
Well Testing & Pressure Transient Analysis

Horner Plot

Teknik klasik analisis data uji buildup dengan memplot tekanan terhadap fungsi waktu Horner, (tp+Δt)/Δt, pada sumbu logaritmik.

Definisi

Horner plot adalah teknik klasik analisis data uji buildup dengan memplot tekanan (atau pseudo pressure untuk gas) terhadap fungsi waktu Horner, (tp+Δt)/Δt(t_p+\Delta t)/\Delta t, pada sumbu logaritmik, di mana tpt_p adalah durasi periode produksi sebelumnya dan Δt\Delta t adalah waktu sejak sumur ditutup (shut-in time).

Pembahasan

Fungsi waktu Horner dirancang sedemikian rupa sehingga, untuk kasus aliran radial sederhana pada reservoir tak terhingga, plot tekanan versus logaritma fungsi Horner menghasilkan garis lurus, yang kemiringannya berbanding langsung dengan permeabilitas reservoir dan yang, jika diekstrapolasi ke Δt\Delta t \to \infty (fungsi Horner menuju 1), memberi estimasi tekanan reservoir awal atau rata-rata. Teknik ini secara historis menjadi salah satu metode interpretasi uji sumur paling banyak digunakan sebelum era log-log derivative plot yang lebih modern menjadi standar.

Untuk gas, variabel pseudo pressure digunakan menggantikan tekanan biasa dalam Horner plot, dan pada waktu shut-in yang panjang, perilaku pseudo pressure gas terbukti mendekati solusi liquid, sehingga Horner plot klasik tetap dapat diterapkan sebagai pendekatan yang baik.

Signifikansi

Horner plot adalah salah satu teknik interpretasi uji sumur paling ikonik dalam sejarah teknik reservoir, dan meski metode log-log derivative modern kini lebih disukai untuk diagnosis rezim aliran, Horner plot tetap relevan untuk estimasi cepat tekanan reservoir dan permeabilitas.