Buildup
Periode setelah sumur ditutup sehingga tekanan dasar sumur naik kembali terhadap waktu, digunakan untuk menginterpretasi parameter reservoir lewat pressure transient analysis.
Definisi
Buildup adalah periode setelah sumur yang sebelumnya diproduksikan kemudian ditutup, sehingga tekanan dasar sumur naik kembali (build up) terhadap waktu, digunakan secara luas untuk menginterpretasi parameter reservoir lewat pressure transient analysis.
Pembahasan
Uji buildup klasik terdiri dari dua tahap: periode drawdown (sumur diproduksikan pada laju tertentu, biasanya konstan, selama waktu ), diikuti periode buildup (sumur ditutup, laju alir menjadi nol, dan tekanan direkam seiring waktu shut-in ). Keuntungan uji buildup dibanding drawdown murni adalah laju alirnya lebih terkendali (persis nol saat ditutup, dibanding drawdown yang laju produksinya di lapangan kadang sulit dijaga benar-benar konstan), sehingga data buildup umumnya lebih bersih untuk dianalisis.
Analisis data buildup klasik menggunakan Horner plot (memplot tekanan terhadap fungsi waktu Horner) atau log-log derivative plot, dan hasil transformasi lewat Duhamel’s principle dapat digunakan untuk mengurai kontribusi periode drawdown sebelumnya terhadap respons buildup yang teramati.
Signifikansi
Uji buildup adalah salah satu metode uji sumur paling rutin dilakukan di industri migas untuk mengestimasi permeabilitas, skin factor, dan tekanan reservoir rata-rata, karena datanya lebih mudah diinterpretasi dibanding uji drawdown murni.