Black-Oil Model
Model reservoir simulation yang menyederhanakan fluida menjadi tiga komponen (minyak, gas, air) dengan gas yang dapat larut dalam minyak, cocok untuk sebagian besar kasus produksi minyak konvensional.
Definisi
Black-oil model adalah pendekatan reservoir simulation yang menyederhanakan fluida hidrokarbon menjadi tiga komponen “semu”: minyak, gas, dan air, di mana gas dapat larut dalam minyak (dinyatakan lewat solution gas-oil ratio) tetapi komposisi kimia rinci tiap komponen tidak dilacak secara explicit.
Pembahasan
Berbeda dari compositional model yang melacak konsentrasi tiap senyawa hidrokarbon (metana, etana, propana, dan seterusnya) secara terpisah, black-oil model memperlakukan “minyak” dan “gas” sebagai dua pseudo-komponen yang sifatnya (densitas, viskositas, formation volume factor, solution gas-oil ratio) hanya bergantung pada tekanan, dituangkan dalam tabel data PVT. Pendekatan ini jauh lebih efisien secara komputasi dibanding compositional model, karena tidak perlu menyelesaikan kesetimbangan fasa multi-komponen di setiap grid block dan setiap langkah waktu.
Black-oil model bekerja baik untuk reservoir minyak konvensional di mana perilaku fasa fluida relatif sederhana (di atas bubble point hanya ada minyak undersaturated, di bawahnya muncul gas bebas yang keluar dari larutan). Untuk fluida yang perilaku fasanya lebih kompleks dan sensitif terhadap komposisi (kondensat retrograde, minyak volatil), pendekatan komposisional yang lebih rinci diperlukan.
Signifikansi
Black-oil model adalah jenis simulator reservoir yang paling banyak digunakan di industri, karena mencakup sebagian besar kasus produksi minyak konvensional dengan biaya komputasi yang jauh lebih rendah dibanding compositional model penuh.