A Variable Rate Solution to the Nonlinear Diffusivity Gas Equation
- Author
- Abelardo B. Barreto Jr. (Petrobras), Alvaro M. M. Peres (Petrobras), Adolfo P. Pires (North Fluminense State University)
- Publikasi
- SPE Annual Technical Conference and Exhibition, Denver, Colorado, AS: 30 Oktober–2 November 2011 (SPE 145468)
Latar Belakang
Aliran gas satu fase pada media berpori dijelaskan oleh diffusivity equation hidrolik yang bersifat nonlinear, karena viskositas, compressibility gas, dan faktor deviasi gas Z semuanya berubah terhadap tekanan. Transformasi pseudo pressure yang diperkenalkan Al-Hussainy, Ramey, dan Crawford (1966) sudah menjadi praktik standar untuk melinearkan persamaan ini, tetapi transformasi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan nonlinearitas karena kelompok difusivitas (η) tetap bergantung pada pseudo pressure itu sendiri.
Untuk fluida yang sedikit termampatkan (liquid), efek laju alir yang berubah-ubah dapat ditangani dengan mudah lewat prinsip superposition waktu (Duhamel’s principle). Namun superposition ini tidak dapat begitu saja diterapkan pada reservoir gas karena sifat persamaannya yang nonlinear. Sejumlah studi sebelumnya (Kale & Mattar 1980; Peres, Serra & Reynolds 1990; von Schroeter & Gringarten 2007) mencoba mengatasi hal ini, tetapi selalu dengan menyederhanakan masalah: baik lewat pendekatan perturbasi yang terbatas pada kasus self-similar, maupun dengan mengasumsikan difusivitas konstan. Belum ada solusi yang benar-benar rigorous untuk kasus laju alir gas yang berubah-ubah.
Tujuan
Mengembangkan solusi umum dan lebih fundamental untuk diffusivity equation gas nonlinear yang secara explicit memperhitungkan perubahan sifat fluida terhadap tekanan sekaligus mampu menangani laju produksi gas yang bervariasi terhadap waktu (variable rate), untuk berbagai geometri sumur dan reservoir, kemudian menurunkan dan memvalidasi ekspresi analitiknya untuk kasus sumur vertikal yang menembus penuh reservoir gas homogen tak terhingga.
Metode
- Menyusun solusi umum diffusivity equation gas menggunakan metode Green’s Function, dengan memperlakukan perubahan hasil kali viskositas-compressibility (w = ηD − 1) sebagai suku sumber nonlinear di dalam persamaan integral-diferensial tipe Volterra (Eq. 7).
- Karena solusi ini implicit, digunakan skema iteratif; iterasi pertama (truncation orde pertama) menghasilkan solusi tertutup (Eq. 8) yang sudah cukup akurat untuk keperluan rekayasa, sebagaimana ditunjukkan pada tesis Barreto Jr. (2011).
- Solusi umum diturunkan untuk kasus sumur vertikal menembus penuh dalam koordinat silinder (sumber garis), menghasilkan solusi laju-variabel (Eq. 18) yang merupakan solusi liquid sedikit termampatkan (via Duhamel’s principle klasik) ditambah suku koreksi yang menangkap penyimpangan sifat gas dari kondisi awal.
- Kasus khusus uji buildup (drawdown konstan lalu sumur ditutup) diturunkan secara explicit (Eq. 20–24), dipisahkan menjadi kontribusi dari periode drawdown dan periode buildup.
- Integral multidimensi pada suku koreksi dihitung secara numerik menggunakan pustaka integrasi CUBA (algoritma Monte Carlo Vegas).
- Hasil analytical solution ini dibandingkan terhadap simulator finite difference komersial (grid radial 200 sel, logaritmik, model satu lapisan) pada data sintetis (k = 1 mD, φ = 0,1, h = 40 m, qsc = 400.000 std m³/hari, durasi uji 15 jam), termasuk pengujian sensitivitas terhadap laju alir berbeda (200 juta vs 400 juta std m³/hari).
Hasil
- Untuk periode drawdown maupun buildup, pseudo pressure dan turunannya (log-log plot) dari analytical solution ini sangat sesuai dengan hasil simulator finite difference, khususnya untuk waktu tak berdimensi lebih besar dari 10.
- Suku koreksi orde pertama (mwDV1) dari analytical solution ini konsisten dan lebih halus dibanding hasil simulator finite difference, yang menunjukkan sedikit ketidakakuratan numerik pada waktu-waktu tertentu.
- Pada waktu shut-in yang panjang, pseudo pressure gas berimpit dengan solusi slightly compressible fluid (liquid), sehingga metode interpretasi klasik (Horner plot, log-log derivative) tetap dapat digunakan untuk uji buildup gas asalkan periode buildup cukup panjang.
- Suku pseudo pressure orde pertama terbukti bergantung pada laju alir (rate dependent), baik pada periode drawdown maupun buildup: perbedaan laju 200 juta vs 400 juta std m³/hari menghasilkan kurva mwDV1 yang berbeda secara nyata.
Kesimpulan
Paper ini berhasil menurunkan solusi baru dan lebih umum untuk diffusivity equation gas nonlinear yang menangani laju alir sumur yang berubah-ubah, dengan pendekatan Green’s Function yang tidak memerlukan asumsi difusivitas konstan seperti pada literatur-literatur sebelumnya. Validasi terhadap simulator finite difference menunjukkan kesesuaian yang sangat baik. Untuk waktu yang cukup panjang, perilaku pseudo pressure gas menyerupai solusi liquid sehingga teknik interpretasi klasik tetap berlaku, namun suku orde pertamanya bersifat rate-dependent: sebuah hal yang perlu diperhatikan dalam desain dan interpretasi uji sumur gas.
Kekuatan dan Keterbatasan
Kekuatan:
- Pendekatan matematis rigorous yang tidak memaksakan asumsi difusivitas konstan sebagaimana kebanyakan studi sebelumnya, sehingga secara teori lebih mendekati fisika sesungguhnya dari aliran gas nonlinear.
- Validasi numerik terhadap simulator finite difference independen memperkuat kredibilitas hasil, dan memberikan wawasan praktis (rate dependence, konvergensi ke solusi liquid pada waktu panjang) yang relevan bagi analisis uji sumur gas di lapangan.
- Formulasi umum (Eq. 7) pada dasarnya dapat diperluas untuk berbagai geometri sumur (sumur horizontal, fraktur hidraulik, restricted entry) meski paper hanya mendemonstrasikan kasus sumur vertikal.
Kelemahan:
- Solusi bersifat implicit dan memerlukan integrasi numerik multidimensi (via iterasi/pustaka CUBA), sehingga bukan solusi tertutup yang sederhana untuk digunakan langsung di lapangan seperti persamaan Horner klasik.
- Hanya suku orde pertama (first-order truncation) yang didemonstrasikan; akurasi/perlunya orde yang lebih tinggi pada kondisi nonlinearitas ekstrem tidak dieksplorasi.
- Validasi terbatas pada satu dataset sintetis dan geometri paling sederhana (sumur vertikal menembus penuh, reservoir homogen tak terhingga, tanpa skin, tanpa efek wellbore storage): belum diuji terhadap data lapangan riil atau kondisi reservoir heterogen/berbatas.